Nama ilmiah untuk ikan lele adalah clarias, berasal dari bahasa yunani chlaros yang artinya 'lincah'. Lele memiliki ciri tubuh yang licin, panjang, berkumis dan tak bersisik, memiliki kepala yang keras dan mulut yang lebar. Habitat ikan lele di air tawar, seperti sungai dengan arus yang perlahan, rawa dan waduk. Ikan ini termasuk jenis yang memiliki daya tahan hidup tinggi yang membuatnya bisa hidup di air yang keruh, bahkan air yang tercemar. Bisa hidup di air yang memiliki kadar oksigen rendah karena bisa langsung mengambil oksigen dari udara. Memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga cocok sekali untuk dibudidayakan terutama jenis dumbo dan sangkuriang, yang paling banyak dibudidaya di indonesia.
Di alam, ikan lele mencari makanan saat malam hari (nokturnal), sedankan pada siang hari ikan ini kurang aktif dan cenderung berdiam diri. Lele akan memijah atau berkembangbiak saat musim penghujan. lele juga memiliki kumis yang berguna untuk mencari makan dan bergerak di tempat gelap. Lele memiliki patil (duri tulang yang tajam) pada sirip dadanya, Seperti ikan - ikan lainya lele bergerak menggunakan siripnya yang terletak di dada, perut, dubur dan ekornya. Di alam, lele adalah binatang karnivora atau pemakan daging, sedangkan saat dibudidayakan lele memakan hampir semua jenis makanan yang diberikan sehingga membuatnya cepat untuk tumbuh dan berkembang, hal inilah yang sangat disukai pembudidaya, maka tak heran budidaya lele menjadi andalan pada agribisnis, ditambah konsumsi lele di indonesia yang besar dan meningkat setiap tahunya.
No comments:
Post a Comment