Pembenihan lele dan pembesaran lele adalah dua usaha yang bisa dilakukan oleh pembudidaya lele, dalam pembesaran kita memerlukan benih yang didapat dari usaha pembenihan lele, yang ingin tahu proses budidaya lele bisa baca artikel saya sebelumnya di Budidaya Lele. Pada pembenihan lele ada beberapa tahap yang perlu dilakukan
Penyiapan kolam untuk proses pemijahan bisa menggunakan kolam tanah atau kolam terpal dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Diisi dengan air yang bersih, Jangan lupa untuk tempat menempel telur bisa berupa ijuk.
Penyiapan Indukan lele yang baik yaitu berusia satu tahunan atau bobot sudah mencapai sekitar 1 Kg. Untuk membedakan indukan jantan dan betina bisa dengan cara dilihat kelaminya apabila ada tonjolan panjang berarti jantan, sedangkan jika tidak ada tonjolan berarti betina. dari perutnya juga bisa dibedakan biasanya betina yang siap dipijahkan memiliki perut yang buncit. Ciri indukan yang bagus bisa dilihat dari tidak adanya cacat, lincah dan sudah matang gonad. Selanjutnya indukan yang sudah siap dimasukan ke kolam pemijahan dengan jumlah beberapa saja, jangan kebanyakan.Jika sukses telur akan menempel pada ijuk dan menetas.
Pemeliharaan Larva lele setelah menetas lele masih membawa persediaan makan selama 3 hari. kebersihan air di kolam harus dijaga, kalau perlu diberi aerotor. setelah persediaan kantung makan lele habis maka larva bisa diberi pakan berupa kuning telur yang dicampur 1 liter air. setelah berumur 7 hari larva bisa diberi makan cacing sutera hingga berumur 3 minggu.
Setelah itu larva bisa diberi pakan pelet halus, dan bisa didedarkan ke kolam karena sudah bisa disebut sebagai benih lele. Kolam pendedaran dengan ketinggian air 20 cm agar benih bisa ke permukaan untuk mengambil oksigen. Benih yang sudah berukuran 3 cm diberi pakan pelet yang berbentuk butiran kecil sampai ukuran 7 cm, dan siap panen
No comments:
Post a Comment